Teori Antrian

Thursday, June 15, 2017 0 Comments A+ a-

     

       Mengantri sudah menjadi hal lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Makan di warung ngantri, nonton di bioskop ngantri, bahkan di toilet pun perlu mengantri. Teori antrian penting diaplikasikan bila jumlah pelanggan dalam skala lumayan besar. Kebanyakan pelanggan akan ogah-ogahan mengantri bila antrian terlalu panjang, termasuk saya :D.
        Teori ini menyediakan informasi efektif tentang masalah antrian yang telah banyak diterapkan di bidang bisnis, perbankan, transportasi dan lain sebagainya. Tujuan utama pengaplikasian teori ini yaitu meminimumkan biaya total yang timbul, menjaga keseimbangan antara biaya pelayanan dan biaya menunggu. Saya hanya akan memaparkan hal-hal penting yang perlu diketahui dalam teori antrian ini, selebihnya baca buku dan beberapa jurnal resmi ^_^


A. DEFINISI TEORI ANTRIAN
       Teori antrian pertama kali diperkenalkan oleh A.K Erlang (1913)  yang mempelajari fluktuasi permintaan fasilitas telepon dan keterlambatan pelayanannya.
       Menurut Herjanto (2009) teori antrian ialah suatu metode analisis yang digunakan untuk mengevaluasi biaya dan keefektifan suatu sistem antrian. Teori antrian berusaha mencari optimalitas dari suatu keadaan antrian, yaitu meminimalkan biaya total yang timbul, baik yang dihadapi oleh pelanggan maupun pemberi layanan secara bersama-sama. 
       Teori ini memberikan informasi probabilitas yang dinamakan operation characteristics, yang membantu pengambilan keputusan dalam merancang fasilitas pelayanan antrian, dengan tujuan mengatasi permintaan pelayanan yang fluktuatif secara random.

B. KARAKTERISTIK ANTRIAN
1. Disiplin Antrian
First Come First Service (FCFS)/ First In First Out (FIFO)
Yaitu pelanggan yang datang lebih dulu akan dilayani lebih dulu. Contoh: sistem antrian pada Bank, SPBU, dll.
 Last Come First Service (LCFS)/ Last In First Out (LIFO)
Yaitu sistem antrian pelanggan yang datang terakhir akan dilayani lebih dulu. Contoh: Sistem antrian dalam elevator lift untuk lantai yang sama, dll.
Random Order (SIRO)
Yaitu panggilan didasarkan pada peluang secara acak, tidak peduli siapa yang dahulu tiba untuk dilayani. Contoh:
Shortest Operation Times (SOT)
Yaitu sistem pelayanan yang membutuhkan waktu pelayanan tersingkat mendapat pelayanan pertama. Contoh:

2. Fasilitas Pelayanan 
Single Chanel - Single Phase
Single chanel berarti hanya ada satu jalur untuk memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasilitas layanan. Single Phase berarti hanya ada satu fasilitas pelayanan. Contoh: minimarket yang hanya memiliki satu kasir sebagai tempat pembayaran.
Single Chanel - Multi Phase
yaitu sistem antrian jalur tunggal dengan tahapan berganda.  ini menunjukkan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan. Contoh: pencucian mobil.
Multi Chanel - Single Phase
yaitu ada dua atau lebih fasilitas pelayanan yang dialiri oleh antrian tuggal. Contoh: antrian pada sebuah bank dengan beberapa teller, pembayaran di supermarket dengan beberapa kasir.
Multi Chanel - Multi Phase
yaitu setiap sistem mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahap sehingga terdapat kebih dari satu pelanggan yang dapat dilayani pada wakt  ersamaaan. Contoh: Pelayanan yang diberikan pada pasien di Rumah Sakit dimulai dari pendaftran, diagnosa, tindakan medis, sampai pembayaran.

C. MENGUKUR KINERJA SISTEM ANTRIAN
Dengan menganalisis antrian akan diperoleh banyak ukuran kinerja sebuah sistem antrian yang membantu para menejer membuat keputusan untuk menyeimbangkan biaya pelayanan dengan menggunakan biaya antrian, meliputi hal berikut:
1. Waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pelanggan dalam antrian
2. Panjang antrian rata-rata
3. Waktu yang dihabiskan pelanggan dalam sistem
4. Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem
5. Probabilitas fasilitas pelayanan akan kosong
6. Faktor utilisasi sistem
7. Probabilitas sejumlah pelanggan berada dalam sistem 

Reference: 
Herjanto, Eddy. 2009. Manajemen Operasi dan Produksi. Grasindo: Jakarta. 
Heizer, Jay dan Render, Bary. 2005. Manajemen Operasi. Edisi ketujuh. Jakarta: Salemba Empat.
Rangkuti, Aidawayati. 2013. 7 Model Riset Operasi & Aplikasinya. Brilian Internasional: Surabaya.