All is well
Keterlaluan ketika ku biarkan diriku dikuasai masa lalu.
Mengizinkannya membuka halaman demi halaman lalu menenggelamkan diri dengan emosianal yang tak perlu tertuang. Entah sedang mengenang atau mencoba berdamai.
Berusaha ku pahami bahwa ada tipe manusia yang tak segan membuatmu terluka dan mengkhianatimu tanpa ampun sedekat apapun kau.
Terluka, marah, kecewa, menyembunyikan banyak sedih, dan menahan banyak hal agar tidak melukai siapapun. Pernah ku mengutuk rasaku dengan bumbu penyesalan, lalu mengerti bahwa menyesal bukan rasa yang tepat untuk memaafkan.
Maafkan. Ikhlaskan. Waktu penyembuh terbaik. Tak perlu tergesa-gesa mengerti perihal kisah buruk. Cukup diterima dan berhenti bertanya kenapa, sebentar juga berlalu ~
Mengizinkannya membuka halaman demi halaman lalu menenggelamkan diri dengan emosianal yang tak perlu tertuang. Entah sedang mengenang atau mencoba berdamai.
Berusaha ku pahami bahwa ada tipe manusia yang tak segan membuatmu terluka dan mengkhianatimu tanpa ampun sedekat apapun kau.
Terluka, marah, kecewa, menyembunyikan banyak sedih, dan menahan banyak hal agar tidak melukai siapapun. Pernah ku mengutuk rasaku dengan bumbu penyesalan, lalu mengerti bahwa menyesal bukan rasa yang tepat untuk memaafkan.
Maafkan. Ikhlaskan. Waktu penyembuh terbaik. Tak perlu tergesa-gesa mengerti perihal kisah buruk. Cukup diterima dan berhenti bertanya kenapa, sebentar juga berlalu ~

