Uji Eksak Fisher

Friday, April 06, 2012 2 Comments A+ a-


PENGERTIAN
Fisher Test adalah uji eksak yang diturunkan oleh seorang bernama Fisher, karenanya disebut uji eksak Fisher.

TUJUAN UJI EKSAK FISHER
untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel independen atau untuk menguji apakah ada perbedaan dua perlakuan yang mungkin dari dua populasi.

KAPAN UJI EKSAK FISHER DIGUNAKAN???
Uji eksak fisher (fisher exact test) digunakan ketika persyaratan analisis chi-square untuk tabel silang 2X2 tidak terpenuhi.

SPESIFIKASI
         Data disusun dalam tabel silang (kontingensi) 2 x 2
         Ukuran sampel n ≤ 40
         Kriteria Uji: Tolak Ho jika p ≤ α (satu arah) atau p ≤ Î±/2 (dua arah), terima dalam hal lainnya

TABEL KONTINGENSI
Dengan menyusun data hasil pengamatan ke dalam tabel kontingensi 2x2 (2 baris dan 2 kolom), sebagai berikut:

RUMUS


ALASAN MENGGUNAKAN UJI FISHER
*   Peubah dikotomi yang memiliki hanya dua kemungkinan nilai selalu di jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
*  Banyak penelitian yang sulit menggunakan sampel besar, karena subjek atau objek penelitiannya memang langka. Misalnya penelitian penyakit tertentu yang masih jarang terjadi. Dalam kasus yang seperti ini, sampel kecil saja yang mungkin digunakan.
*  Sekalipun subjek/objek penelitian banyak, jika informasi yang diperlukan sudah dapat diperoleh dengan sampel kecil, maka menghindari sampel besar merupakan langkah yang bijaksana untuk keefesienan.
*  Kita bisa menarik 2 sampel acak yang bebas dari dua populasi, dan mengelompokkan subjeknya yang memiliki atau tidak memiliki karakteristik tertentu. Dalam hal ini kita memperoleh dua sampel bebas dari hasil-hasil pengukuran dan kelompok dari masing-masing hasil pengukuran menjadi anggota dari salah satu dari dua kelompok yang saling terpisah(exclusive).

LANGKAH PENGUJIAN
Langkah-Langkah pengujiannya adalah sbb:
1.          Amati data yang akan diolah, jika data berupa sampel independent dengan ukuran yang kecil yakni sekitar 40 atau kurangnya, maka uji ini dapat dilaksanakan. Tentukan taraf signifikansi yang diinginkan. Misal α  = 0,052.
2.         Sajikan data dalam bentuk tabel kontingensi 2x2
3.         Buatlah tiga tabel kontingensi yang terdiri dari 1 tabel hasil pengamatan dan 2 tabel ekstrim yang melukiskan penyebaran sampel secara ekstrim.
4.        Hitung P untuk setiap tabel, sehingga didapat Pn, P1, P0 dengan indeks P diambil dari frekuensi sel terkecil dalam setiap tabel.Sehingga P= Pn+P1+P0
5.         Bandingkan nilai P hitung dengan nilai taraf signifikan (α); Jika P > 0 maka Ho diterima; Jika P< 0 maka Ho ditolak
6.         Simpulkan  sesuai dengan hasil pengujian di atas. Apabila Ho ditolak maka ada asosiasiantara 2 faktor.

2 komentar

Write komentar
Unknown
AUTHOR
25 September 2013 at 11:56 delete

mau tanya, bisakah klo kasus hipotesisnya seperti ini :
Ho: tidak ada perbedaan antara banyaknya jumlah nasabah tabungan A dan tabungan B dalam bulan 7 dan 8 tahun 2013.
gmn? mohon pencerahannya^^

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
7 August 2018 at 13:47 delete

Garuk-garuk kepala...

Reply
avatar